Dalam
sebuah penelitian disebutkan bahwa bangsa Indonesia berada jauh di bawah
Jepang, Amerika, dan Inggris dalam tingkat membaca buku. Taufik Ismail juga
menyampaikan sebuah kalimat yang menggambarkan keprihatinan beliau tentang
budaya membaca bangsa Indonesia, khususnya pelajar, mahasiswa, dan dosen,
dengan istilah: Bangsa RABUN MEMBACA dan BUTA MENULIS.
Hal
ini dapat dilihat secara kasat mata dalam suatu lingkungan sekolah, yaitu
jarang terlihat para siswa dan guru atau mahasiswa dan dosen membaca buku atau
berdiskusi tentang suatu topik. Mereka lebih banyak melakukan aktivitas
berkumpul untuk bercerita dan mengobrol.
Dalam usaha memupuk minat membaca di kalangan
masyarakat, khususnya para remaja (pelajar) perlu adanya penggemblengan tenaga
serta usaha dari semua pihak. Hal ini karena para remaja (pelajar) merupakan
tonggak pemimpin pelapis negara pada masa depan. Para guru, petugas
perpustakaan, dan berbagai pihak perlu memberikan contoh dan teladan dalam
menumbuhkan budaya membaca di kalangan pelajar, serta menyediakan bahan-bahan
bacaan. Demikian juga dengan orangtua, perlu menyediakan buku-buku bacaan bagi
putera-puterinya, bila perlu membuat perpustakaan mini di rumah. Hal ini merupakan
langkah awal untuk menumbuhkan minat membaca di lingkungan keluarga.
Selain
itu, peranan masyarakat juga perlu dalam memupuk budaya membaca, yaitu dengan
menyediakan perpustakaan umum di berbagai tempat yang mudah dijangkau
masyarakat. Perpustakaan umum ini diharapkan tidak hanya diminati oleh para
remaja (pelajar), tetapi juga seluruh warga masyarakat di sekitarnya.
Usaha
mewujudkan budaya membaca di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan remaja
bukanlah suatu tugas yang mudah. Diperlukan usaha berbagai pihak untuk
merealisasikan program budaya membaca ini.
Lantas,
mengapa kita merasa perlu mengembangkan budaya membaca? Inilah alasannya:
·
Dengan membaca kita bisa pintar.
·
Dengan membaca kita bisa mengerti dan tahu tentang
segala macam informasi.
·
Dengan membaca kita bisa mencetak generasi-generasi
muda khususnya pelajar agar bisa dan mampu mewujudkan cita-citanya.
Oleh : Amri Furqoni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar