Gelora penuh semangat
serasa membakar sekretariat Fokosi pada Minggu (2/6), dalam acara peringatan
hari Pancasila. Puluhan siswa usia TK-SD begitu antusias mengikuti lomba yang
diselenggarakan oleh panitia, diantaranya lomba mewarnai burung garuda pancasila,
menyusun puzle, kuis tentang butir-butir pancasila, dan membaca teks pancasila.
Sekitar 20 anggota Fokosi turut hadir menyemarakkan acara tersebut, disertai
hadirnya penasihat Fokosi Redy Saputri dan Ramang Wandi.
Tema
yang diangkat dalam acara tersebut adalah Pancasila sebagai falsafah bangsa
Indonesia menjadi pegangan hidup insan muda manusia Indonesia. Falsafah adalah anggapan, gagasan, dan dasar
sikap batin yang paling dasar yang dimiliki oleh orang atau masyarakat. Maka
Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia artinya Pancasila beserta 5 sila di
dalamnya merupakan dasar dari dasar bangsa, dalam bersikap, dan mengelola
gagasan serta memanage tingkah laku
sebagai masyarakat di indonesia. Tak luput juga insan muda sebagai anggota
bangsa, insan muda harus mempraktekan pancasila sebagai falsafah dalam
kehidupan di Indonesia.
Falsafah
Pancasila perlu dihayati oleh insan muda untuk menyaring budaya-budaya dari
luar apalagi di era globalisasi ini
informasi begitu mudah tersebar. Pancasilalah yang menjadi filter, supaya insan
muda tidak terjebak dan menjadi korban dari kenegatifan era global ini. Memperkenalkan pancasila sebagai falsafah
harus dimulai sejak dini. Seperti yang dilakukan oleh anggota Fokosi melalui
lomba-lomba yang sebenarnya sederhana namun nyata dampak yang terjadi. Seperti
diungkapkan ketua panitia Ahmad Hafid bahwa lomba ini bertujuan untuk memperkanalkan pancasila kepada insan muda
agar insan muda hidup dan mampu mempraktekkan nilai–nilai pancasila dalam
kehidupan mereka.
Pentingnya nilai-nilai
pancasila dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ditegaskan pula
oleh Redy dalam sambutan singkatannya. Beliau mengungkapkan, nilai-nilai dasar
pancasila yang terkandung dalam lima pancasila mencerminkan nilai-nilai moral
bangsa indonesia. Nilai-nilai dasar tersebut harus diaktualisasikan tidak hanya
dalam cara hidup berbangsa dan bernegara, tetapi juga dalam hidup bermasyarakat
dan beragama.
Seakan tidak ingin
ketinggalan dalam memberikan opini, ketua Umum FOKOSI
Agung Hadi Prabowo juga mengungkapkan ideologi pancasila merupakan way of life bangsa indonesia yang sudah
lama hidup dan mengakar kuat dalam kultur bangsa. Pancasila merupakan ‘ perekat
‘ yang mempersatukan semua komponen bangsa dari berbagai macam suku, agama,
ras, etnis dan golongan. Pancasila juga merupakan perwujudan dari
ajaran-ajaran agama yang dianut oleh
masyarakat indonesia. Cara hidup kita
sebagai warga negara hendaknya dijiwai nilai-nilai pancasila, semangat UUD 1945
dan pluralisme. Untuk itu, para tokoh agama dan masyarakat harus terus berusaha
menyebarluaskan nilai-nilai pancasila dan semangat UUD 1945 dalam kehidupan
sehari-hari. Perubahan dimulai saat ini, oleh kita dan untuk kita. ***
(
Heindarta Kurniawan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar