Dalam
realitasnya, agama mengandung wajah ganda. Di satu pihak, agama merupakan
dorongan terjadinya etos (semangat) saling menghormati dan saling menghargai
antara manusia satu dengan lainnya. Tetapi, di lain pihak, agama memiliki sisi
“gelap” yang senantiasa mengingatkan kita agar selalu waspada dan kritis
terhadapnya. Di Indonesia dan di belahan dunia lainnya, agama berperan sangat menonjol dalam kedua dimensi
itu. Agama bisa menjadi perekat hubungan antar-umat beragama, tetapi juga bisa
menimbulkan konflik yang berkepanjangan.
Tentu, yang kita
harapkan adalah terciptanya hubungan yang harmonis antar umat beragama,
terutama antar tokoh agama. Hubungan harmonis ini akan tercipta bila setiap
kita mau membuka diri serta mengadakan dialog dan komunikasi lintas agama. Berbagai
masalah yang terjadi di tengah masyarakat akan mudah terdeteksi dan teratasi
bila kita semua sering berkomunikasi, saling membagi informasi, di samping
mengadakan acara silaturahmi secara rutin. Komunikasi yang intensif
memungkinkan kita cepat tanggap terhadap masalah-masalah kemasyarakatan,
kebangsaan dan kenegaraan, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan beragama.
Salah satu bentuk
komukasi yang efektif adalah lewat acara silaturahmi yang sering kita lakukan
selama ini. Silaturahmi tidak sekadar untuk membangun semangat persaudaraan dan
kekeluargaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menjalin komunikasi antar
tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat.
Komunikasi yang
terus-menerus memungkinkan kita dapat menemukan inti pokok ajaran setiap agama,
yaitu hidup bersatu, bersaudara, rukun, saling berbagi, saling mengasihi dan
mencintai. Jika hidup yang demikian ini dapat terwujud, maka kita akan
menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati.
Dengan bercermin
pada inti pokok ajaran agama ini pula, FOKOSI hadir untuk mengusung pesan-pesan
perdamaian dengan harapan semua umat beragama mau bersatu dengan berlandaskan
empat pilar bangsa, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal
Ika dan NKRI. Keempat pilar bangsa ini akan sangat menentukan keberlangsungan
Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. ***
Oleh : Redy Saputro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar